Kartini2010Menurut Inpres no. 9/2000 Gender diartikan sebagai pandangan masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki; yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya. Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan nasional, dan kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut.

Hal-hal yang mendasari meningkatnya perhatian banyak pihak untuk mengimplementasikan satuan kegiatan yang responsif gender ataukah bias gender; diantaranya adalah :
1. Deklarasi tentang Penghapusan Diskriminasi  wanita oleh PBB tahun 1967.
2. Konvensi PBB tahun 1979 tentang persamaan hak antara pria dan wanita.
3.
UU No. 7 tahun 1984 tentang penghapusan diskiriminasi terhadap wanita.
4. Inpres No. 9/2000 tentang pengarusutamaan gender (PUG).
5. Permendiknas No. 84/2008  Pedoman Pelaksanaan PUG bdng pendidikan.
6. Kpts. Gub. DIY  No. 52/KEP/2009  dibentuk Kelompok Kerja PUG.

Sebagai indikator sekolah berwawasan gender; diantaranya adalah bila diukur dari sisi akses, manfaat, partisipasi dan kontrol akan nampak responsif gender atau masih bias gender. Hal tersebut menyeluruh meliputi sisi dokumentasi data, pengadaan prasarana maupun kebijakan-kebijakan.

Aplikasi pengarusutamaan gender dalam pengadaan sarana-prasarana; diantaranya adalah:
1.     Pembuatan sekat antara ruang kelas/teori dengan toilet.
2.     Pemasangan simbol-simbol kesetaraan gender.
3.     Pemasangan kotak-kotak sampah, untuk menampung sampah wanita.
4.     Pemasangan cermin-cermin untuk membantu kerapian berpakaian.
5.     Penataan meja belajar di ruang  teori dan praktik yang responsif gender.
6.     Pemasangan gambar-gambar kepahlawanan yang responsif gender.

Aplikasi responsif gender dalam pendataan, diantaranya adalah :

1.     Data tenaga guru.
2.     Data tenaga kependidikan
3.     Data MPK dan Pengurus OSIS
4.     Data tamu

Aplikasi dalam pembelajaran diharapkan dapat dikembangkan dalam pelajaran IPS, IPA, dan lainnya.

Program lain yang terkait responsif gender, diantaranya adalah :
1.  Ceramah tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR).
2.  Adanya gugus kepramukaan yang menampung perempuan dan laki-laki.

Pemilihan jenis kegiatan ekstrakurikuler yang tidak bias gender (responsif gender)